KaryawanTubuh Pusat Statistik (BPS) di Halmahera Timur, Maluku Utara, dengan inisial KLP alias Tiwi (30) diketemukanmeninggaldi dalam rumah dinasnya. Pembunuhnya tidak lain ialah sesama rekanan kerja di BPS Haltim, Aditya Hanafi (27).
Kapolsek Maba Selatan Ipda Habiem Ramadya menyebutkan Aditya lakukanlaganyapada Sabtu (19/7). Sesudahmengambil nyawa Tiwi, aktor pergi tinggalkan jasad korban demikian saja.
“Makaia (aktor) mengakusesungguhnyaialakukanlaganya itu, dalam masalah ini pembunuhannya itu sekitaran tanggal 19 Juli, sekitaran jam 05.22 WIT,” kata Habiem kereporter, Selasa (12/8/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesudahlakukanlaganya, Aditya Hanafi diketahui pergi ke Ternate untukmengadakanacara pesta pernikahan. Adapun Hanafi menikah dengan seorangkaryawan BPS Haltim namanya Almira Fajriyanti Marsaoly yang disebutrekan serumah Tiwi.
“Setelahlakukantindakan pembunuhan ia pulang kembali ke Ternate. Ia pulang ke Ternate untukmengadakan pernikahan pada tanggal 27 (Juli 2025),” jelas Habiem.
ADVERTISEMENT
Simak juga:
Pembunuh Sebelumnya sempat Pinjam UangKaryawan BPS di Malut Selesai Kalah Judol Rp 130 Juta
Habiem menerangkan pembunuhan ini bermulasaat Aditya Hanafi yang pinjam uang ke korban untukmembayarhutangnya danbermaintaruhan online (judol). Tetapi korban menampikmemberikanutang.
Adapun Tiwi ada disebuah rumah dinas BPS di Kota Maba, Haltim. Tiwi tinggal satu rumah dengan Almira, cumaberbeda kamar.
Tetapi, saatkejadian itu terjadi, Almira tidakadadi dalam rumah dinasnya karenasudahambil cuti menikah dan pulang ke Ternate.
Aditya Hanafi diketahui sudahmempunyaikunci duplikat rumah dinas Tiwi. Semenjak Rabu (16/7), aktordiperhitungkansudahmenyelusupmasuk rumah dinas itu dansembunyidi dalam kamar Almira.
“Karenaia (korban) tidak mau pinjam-pinjamin, menjadipada akhirnyaia (aktor) lakukanperlakuan kejinya tersebut.Dalam situ jugaia itu sudahada ditempat tinggalnya korban dan calon istrinya dari tanggal 16 sampai 17,” sebut Habiem.
Sepanjang2 hariaktorsembunyidi dalam kamar calon istrinya. Sampaipada akhirnyaialakukantindakan kejinya pada Jumat, 18 Juli malam, danmenghabiskan nyawa korban pada Sabtu paginya.
Aktormembungkam , tutup mulut, dan mengikat tangan korban. Aktorberbuat tidak etissampaimemaksakan korban memberi akses pada rekening pribadinya.
“Saat itupakaiprogramGenius namanya. Dari sanaiamemintaiabisa PIN-nya Bu, pinnya bisaiasegerakerjakantindakan pembunuhan memakai bantal,” jelas Habiem.
Aktorkuras uang dari rekening korban sebesar Rp 39 juta. Tidaksampaidi sana, aktorajukanutang online memakaiakun korban sebesar Rp 50 juta.
Habiem menyebutkanfaksinyasudahmelontarkan surat panggilan pemeriksaanpada Almira. Tetapi panggilan itu belum segera diindahkan.
“Saya telah kirim anggota, kirim team saya untuk ke Ternate kerjakanpemeriksaan saksi untuk istrinya terdakwa. Karena kita telahkerjakan panggilan dari tanggal 7, sampai detik ini yang berkaitantidak dapatdatang,” ujarnya.